Titik tamasya baru di Kepulauan Seribu

Wisata Pulau Seribu, DKI Jakarta, baru saja menginfokan ada enam daerah baru di kepulauan hal yang demikian yang harus dikunjungi pelancong yang hobi mengerjakan swafoto.
 
"Kami ciptakan titik menarik, memanfaatkan lahan dan taman yang ada. Ini ambisi yang kuat memajukan Kepulauan Seribu lebih berwarna" kata Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad, seperti dikutip.
 
Berdasarkan Husein lagi, spot swafoto itu dibangun untuk melengkapi estetika Pulau Seribu sehingga akan lebih menarik atensi para pelancong. Titik swafoto ini juga ialah Gerakan Percantikan, yang ialah komponen dari Gerakan Seribu Warna yang dicanangkan Pemkab Kepulauan Seribu dengan melibatkan masyarakat.
 
Upaya ini dapat jadi terkait dengan anjloknya jumlah turis yang menyambangi Pulau Seribu pasca terjadinya tsunami. Pembantu Pemerintahan Kepulauan Seribu, Bijaksana Wibowo juga mengatakan, semenjak tsunami Selat Sunda, kunjungan pelancong menurun drastis sampai menempuh 50 persen.
 
"Memang semenjak petaka tsunami ini berpengaruh terhadap kunjungan pelancong bukan cuma di Pulau Resort namun di Pulau Tamasya Permukiman," ujar Arief.
 
Walaupun, pada 2017, jumlah penumpang kapal kerapu milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan kapal kayu dengan tujuan atau asal dari Kepulauan Seribu-Muara Angke, yang juga dipakai para wisatawan, meningkat 22 kali lipat menjadi sempurna 671.096 penumpang dari tahun sebelumnya.
 
Sebelum mensahkan enam spot swafoto hal yang demikian, Pemkab Kepulauan Seribu juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memasikan kawasan Kepulauan Seribu aman dan tak terdampak tsunami. Sehingga pelancong tak perlu kuatir berwisata ke pulau-pulau tamasya yang ada di sana.
 
Kunjungi Juga : Outbound Puncak
 
Ada juga sebagian acara yang digelar berprofesi sama dengan Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk menarik pelancong lokal dan mancanegara.
 
Salah satu spot foto teranyar yaitu Perahu Khole. Lokasi ini dbuat menurut literasi dan cerita masyarakat setempat. Perahu Khole ialah hasil karya putra tempat setempat bernama Muhayar sekitar tahun 1950 silam.
 
Formatnya berupa perahu layar tradisional berukuran kecil yang berlayar dengan mengandalkan hembusan angin dan dayung sebagai daya pencetusnya.
 
Ada pula salah satu titik yang paling populer, adalah Mahligai Cinta di Kelurahan Pulau Tidung. Mahligai Cinta terbuat dari besi yang disusun hati, lalu dilengkapi dengan tempat duduk yang bisa diduduki oleh dua orang, serta dililit dengan bunga plastik warna-warni.
 
Lalu ada Taman Menunggu Dirimu. Di taman ini, pengunjung bisa menunggu terbit dan terbenamnya sang surya sambil bersantai.
 
Mirip dengan Taman Menunggu Dirimu, ada juga Taman Flora Tanjung Timur. Lokasi ini diwujudkan dengan konsep Ruang Publik Terpadu Ramah Kecil (RPTRA).
 
Kecuali itu, ada juga Bukit Pelangi di Kelurahan Pulau Pari dan Bangku Pengantin di Kelurahan Pulau Untung Jawa.
 
Kecuali titik swafoto, transportasi untuk menuju ke Kepulauan Seribu malah sekarang diwujudkan lebih gampang. Tidak lagi memakai kapal kayu yang tak jarang disebut "kapal ojek", Mei atau Juni nanti pelancong dapat menumpang kapal yang lebih modern.
 
Pengelola sarana transportasi laut di kepulauan hal yang demikian--akan mulai mengoperasikan tiga unit Kapal Motor Penumpang (KMP) Trans 1000 yang berbahan almunium, dari dan menuju Pelabuhan Sejuk , Muara Angke, Jakarta Utara.
 
KMP hal yang demikian bisa mengangkut sampai 200 penumpang sekali jalan. Jauh lebih banyak dari kapal kayu yang berkapasitas antara 25-50 penumpang.
 
 
 
 
Sumber : beritagar.id
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Selasa, 10 September 19 - 14:04 WIB
Dalam Kategori : TAMASYA DI KEPULAUAN SERIBU
Dibaca sebanyak : 890 Kali
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback