Keterkaitan antara Pendidikan dan Filsafat

Keterkaitan antara Pendidikan dan Filsafat
Filsafat dalam pengertian secara biasa yaitu suatu kebijaksanaan hidup manusia untuk memberikan suatu pandangan hidup yang menyeluruh menurut refleksi atas pengalaman hidup ataupun ilmiah. Walaupun dalam pengembangan pelaksanaan pengajaran memerlukan nalar dan pola pikir yang bagus dalam upaya mencerdaskan manusia dari kebodohan.
 
Manusia mempunyai  dan pikiran untuk mengatasi persoalan-persoalan dalam mengembang pelaksanaan dari tak tahu menjadi tahu, dari mempunyai sifat primitif ke arah yang modern, serta manusia butuh filsafat dalam pelaksanaan pengajaran.
 
Supaya pelaksanaan pengajaran bisa berjalan dengan bagus kapabel berfilsafat dalam menuntaskan problem-problem yang timbul dalam pelaksanaan pengajaran. Baca Elemen Yang Pengaruh Cara Belajar
 
Artikel terkait : Saint Monica Kelapa Gading
 
Kekerabatan Filsafat dan Teori pengajaran
Manusia terkait dengan ļ¬lsafat dalam pelaksanaan pengajaran sebab manusia semestinya kapabel berfilsafat dalam dunia pengajaran. Cakap mengerjakan pelaksanaan pengajaran dengan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih.
 
Kekerabatan fungsional antara filsafat dan teori pengajaran hal yang demikian, bisa diuraikan sebagai berikut:
 
Pengertian filsafat dalam arti analisis yakni salah satu metode pendekatan yang diterapkan oleh para pakar pengajaran dalam mengatasi problematika pengajaran dan membentuk teori-teori pengajarannya, di samping mengaplikasikan metoda-metoda ilmiah lainnya.
 
Filsafat juga berfungsi memberikan arah supaya teori pengajaran yang sudah berkembang oleh para ahlinya, yang menurut dan berdasarkan pandangan dan aliran filsafat tertentu, memiliki relevansi dengan kehidupan kongkret.
 
Artinya membimbing supaya teori-teori dengan pandangan filsafat pengajaran yang sudah dimaksimalkan hal yang demikian dapat dipakai dalam praktik kependidikan layak dengan kenyataan dan keperluan hidup yang juga berkembang dalam masyarakat.
 
Filsafat termasuk juga filsafat pengajaran, juga memiliki fungsi untuk memberikan tanda dan arah dalam pengembangan teori-teori pengajaran menjadi ilmu pengajaran atau pedagogik.
 
 
Di samping kekerabatan fungsional hal yang demikian, antara filsafat dan teori pengajaran, juga terdapat kekerabatan yang bersifat suplementer, sebagaimana dikemukakan oleh Ali Saefullah dalam bukunya antara Filsafat dan pengajaran, sebagai berikut:
 
Kesibukan merumuskan dasar-dasar, dan tujuan-tujuan pengajaran, konsep seputar sifat hakikat manusia, serta konsepsi hakikat dan segi-segi pengajaran serta ini etika pengajarannya.
Kesibukan merumuskan metode atau teori pengajaran yang mencakup politik pengajaran, kepemimpinan pengajaran atau organisasi pengajaran, metodologi pengajaran dan pendidikan, termasuk pola-pola akulturasi dan peran pengajaran dalam pembangunan masyarakat dan negara.
Definisi diatas merangkum dua cabang ilmu pengajaran, yakni: filsafat pengajaran dan metode atau teori pengajaran dan kekerabatan antara keduanya yakni bahwa yang satu suplemen kepada yang lain dan keduanya diperlakukan oleh tiap guru sebagai pengajar dan bukan cuma sebagai pendidik bidang studi tertentu.
 
Kedudukan Filsafat Dalam Ilmu Pengajaran
Dalam ilmu pengetahuan, filsafat memiliki kedudukan sentral, asal, atau pokok. Sebab filsafatlah yang mula-mula yaitu satu-satunya usaha manusia di bidang kerohanian untuk menempuh kebenaran atau pengetahuan.
 
Lambat laun layak dengan sifatnya, manusia tak pernah merasa puas dengan meninjau suatu ha] dari sudut yang biasa, namun juga mau mengamati hal-hal yang khusus.
 
Kedudukan atau kekerabatan antara filsafat dan ilmu pengetahuan atau berdaya upaya filosofis dan berdaya upaya ilmiah tak terlepas dari epistemologi genetika, yakni fase-fase berdaya upaya dan pikiran manusia dengan mengambil figur perkembangan akan mulai dari tahun pertama umur si kecil sampai dewasa sebagaimana diuraikan oleh Jean Piaget.
 
Jasa utama dari Jean Piaget yakni uraiannya mengenai perkembangan si kecil dalam hal tingkah-laku yang terdiri atas empat fase-yakni:
 
 
Fase Sensorimotor, berlangsung antara usia 0 tahun hingga umur 2 tahun dimana metode berdaya upaya si kecil masih sungguh-sungguh ditetapkan oleh kecakapan pengalaman sensorinya, sehingga sungguh-sungguh sedikit terjadi momen berdaya upaya yang hakekatnya, dimana respon tak berperan sama sekali dalam pelaksanaan berdaya upaya dan pikiran si kecil.
 
Fase Pra-operasional, pada umur kaprah-kaprah antara 5-8 tahun, yang ditandai adanya kesibukan berdaya upaya dengan mulai mengaplikasikan respon (disebut nalar fungsional].
 
Fase Operasional yang konkrit yakni kesibukan berdaya upaya untuk mengatasi permasalahan secara konkrit dan kepada benda-benda yang konkrit pula.
 
Fase Operasi Formal, pada si kecil diawali umur 11 tahun. Hati sudah mulai berfikir imajiner, dengan mengaplikasikan konsep-konsep yang biasa dengan mengaplikasikan hipotesa serta memprosesnya secara sistematis dalam rangka memecahkan persoalan meskipun si si kecil belum kapabel membayangkan kemungkinan-kemungkinan bagaimana realisasinya.
 
Dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan itu mendapatkan dasarnya dari filsafat, antara lain :
 
Tiap ilmu pengetahuan itu memiliki obyek dan persoalan
Filsafat juga memberikan dasar-dasar yang biasa bagi segala ilmu pengetahuan dan dengan dasar yang biasa itu dirumuskan situasi dari ilmu pengetahuan itu.
Di samping itu filsafat juga memberikan dasar-dasar yang khusus yang diterapkan dalam setiap-setiap ilmu pengetahuan.
Dasar yang dikasih oleh filsafat yakni mengenai sifat-sifat ilmu dari segala ilmu pengetahuan. Tak mungkin setiap ilmu itu meninggalkan dirinya sebagai ilmu pengetahuan dengan meninggalkan persyaratan yang sudah ditetapkan oleh filsafat.
Filsafat juga memberikan cara atau metode terhadap tiap ilmu pengetahuan.
 
Format Lainnya : PDF | Google Docs | English Version
Diposting pada : Rabu, 29 Mei 19 - 13:48 WIB
Dalam Kategori : PENDIDIKAN
Dibaca sebanyak : 41 Kali
Rating : 1 Bagus, 0 Jelek
Tidak ada komentar pada blog ini...
Anda harus Login terlebih dahulu untuk mengirim komentar
Facebook Feedback